Pulau Roti



A Story from Roti Island | English version

Folklor dari Nusa Tenggara Timur

SUATU waktu, seorang nenek dan cucunya tinggal di Pulau Roti, Nusa Tenggara Timur. Mereka memiliki kebun sayuran. Nenek menjualnya di pasar.

Di suatu pagi, nenek akan pergi ke pasar. Sebelum dia pergi, dia meminta cucunya untuk memasak.

"Tolong masak nasi untuk makan siang. Tapi hanya masak satu butir beras. Ini cukup untuk kita berdua."

"Kenapa, Nenek?" Tanya gadis itu.

"Lakukan saja apa yang saya katakan."

Nenek kemudian berangkat ke pasar. Kemudian, gadis itu mulai memasak. Namun, dia merasa sebutir beras tidak akan cukup untuk mereka.

"Saya pikir itu tidak cukup bagi saya dan nenek saya."

Lalu ia mengambil dua genggam beras. Tiba-tiba, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada periuk nasi.

"Oh tidak! Beras mengalir keluar dari periuk!" teriak gadis itu.

"Apa yang harus saya lakukan?"

Beras berubah menjadi bubur dan melimpah sampai menutupi lantai dapur. Tiba-tiba, nenek pulang. Gadis itu menjelaskan apa yang terjadi.

"Kamu adalah gadis nakal! Kenapa kau tidak mendengarkan saya?" Nenek sangat marah.

Dia memukul gadis itu dengan tongkat kayu.

"Maafkan saya, Nenek!"

Gadis kecil menangis dan menangis. Tapi nenek terus memukul dia.

Kemudian, hal yang luar biasa terjadi! Gadis itu berubah menjadi monyet. Monyet itu kemudian lari dan memanjat pohon. Nenek mengejar monyet. Dari atas pohon, sang monyet itu dapat berbicara.

"Nenek, aku adalah seekor monyet sekarang. Aku tidak bisa hidup denganmu lagi. Sekarang Nenek hidup sendirian. "

Kemudian monyet memanjat dan menghilang. Nenek sangat sedih. Dia menyesali apa yang telah dilakukan kepada cucu kesayangannya.

"Kembalilah kepadaku. Maafkan Saya, cucuku!"

Tapi sudah terlambat. Gadis kecil telah berubah menjadi monyet dan tidak pernah pulang. Orang-orang dari Pulau Roti percaya cerita ini. Dan itulah sebabnya sampai sekarang; orang-orang di Pulau Roti tidak pernah memukul anak-anak mereka atau anak orang lain. Mereka takut bahwa anak akan berubah menjadi monyet. ***

Anak-anak di Pulau Rote / Roti

Legenda Surabaya